Tak beberapa lama setelah kematian Yura Mitsuno, aku memutuska untuk menyelidikinya. karena aku telah merasakan banyak sekalai keanehan-keanehan yang muncul akhir-akhir ini.
Sepulang sekolah aku bertemu dengan temanku Natsuno. "Konichiwa Yuuki-kun" sapa natsuno.
"Konichiwa mo. Natsuno, malam ini aku akan menginap dirumamu.?" Balasku.
"Tentu saja Yuuki, kau bahkan boleh tinggal kapan saja." Katanya sambil merangkulku. beginilah yang tidak aku sukai darinya.
"Aku pulang"
"Natsuno, siapa dia?" Tanya Ibu Natsuno.
"Dia temanku bu, anaknya tukang kayu yang baru pindahan itu." Jawab Natsuno.
"Oh dia ya, silahkan-silahkan."
"Ayo Yuuki, kita masuk kekamarku." Ajaknya.
Kami berdua masuk kekamarnya,
Aku menjoba berfikir dan mencari bukti, sebenarnya apa yang sedang terjadi? musibah apa yang menimpa desa ini? sejak kematian Yura Mitsuno, satu persatu warga desa juga ikut meninggal, dengan penyakit dan keanehan yang seama.
"Apa yang kau lakukan Yuuki?" Tanya Natsuno keheranan karena tingkahku.
Aku hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Yasudah deh, sebaiknya cepat tidur. kakmu tidur difutan, sedangkan aku akan tidur dikasur, oke." katanya.
"Baiklah, selamat tidur." Balasku.
Aku mendengar suara langkah kaki menuju kamar Natsuno. wajahku pucat pasi. suara langkah kaki itu semakin mendekat. suaranya sudah sampai pada pintu kamar Natsuno, Wajahku semakin pucat. tiba-tiba, suara langkah kaki itu menghilang. meskipun begitu, aku semakin khawatir. Tiba-tiba seeorang muncul dari bawah kolong ranjang yang ditempati Natsuno. Aku kenal orang itu, dia adalah gadis ang meninggal bulan lalu, Yura Mitsuno........
Wajahku semakin pucat pasi, dia berbica padaku. Membuatku semakin mengeluarkan keringat dingin.
"Yuuki-ku. aku tidak suka dengan orang ini *menunjuk natsuno*, karna dia selalu dekat denganmu, sedangkan aku tidak bisa dekat denganmu. orang yang seperti ini sebaiknya mati saja. Benarkan Youkai-san? *melirik keluar jendela* " Kataya.
aku semakin merinding dibuatnya. tiba-tiba dia mendekati Natsuno, dia memperhatikan lehernya. kemudian dia membuka mulutnya. terlihat taring-taringnya yang tajam. dia mendekatkan mulutnya keleher natsuno. aku mencoba menghentikannya tapi tubuhku kaku dan suaraku menghilang. semakin dekat. tiba-tiba munjul cahaya putih yang cepat kilat dan sangat silau......
Aku terbangun, mimpi, apakah itu mimpi? Yura Mitsuno hidup kembali? dengan cepat aku bengikit dan melihat keadaan Natsuno. Utung saja dia baik-baik saja. aku yakin itu hanya mimpi.
Paginya aku kembali sekolah. Tepat setelah aku sampai disekolah, aku mencari Natsuno untuk memastikan keadaannnya. bukan bertemu dengannya, aku malah bertemu dengan adiknya. Aku menanyakan tentangnya. ternyata dia tidak masuk hari ini.
"Hari ini kakak tidak masuk. dia sedang sakit, aku tidak tau pasti dia sakit apa. tapi yang aku tau dia tamoak lesu dan linglung" Kata Adiknya.
"Begitu ya.? bolehkan aku menjenguknya." Tanyaku.
"Tentu saja. Nanti sepulang sekolah aku akan menunggumu di gerbang sekolah." Kata Adiknya.
"Tidak perlu. aku akan kesana sendiri, sepulang sekolah aku masih ada urusan" kataku.
"Baiklah, aku pergi dulu. permisi."
Bel pulang telah berbunyi.
Aku berjalan menuju rumah Natsuno. ketika aku hampir sampai dirumahnya tiba-tiba Dokter Haruno datang dengan motornya secepat kilat. Dan buru-buru masuk kerumah Natsuno. Apa yang terjadi?
Aku memasuki rumahnya. Terlihat banyak orang yang merenung. Aku semakin kebingungan dan penasaran. Kemudian bergegas kekamar Natsuno. Krtika membuka pintu kamarnya, tiba-tiba Adiknya mendekatiku sambil menangis. Dokter Haruno juga ada disana sambil mengelah pasrah.
Aku melihat tubuh Natsuno untuk yang terakhir kalinya, aku menemukan hal yang janggal. Yaitu, seperti gigitan serangga pada kehernya.
Aku benar-benar tidak percaya. Aku mengikuti upacara pemakamannya dengan menahan dukaku. aku tidak bisa menambah benan keluarganya.....
Pada akhirnya, hal yang aku ingat adalah. Yura Magumi telah bangit dan menbunu Natsuno........
Wajahku semakin pucat pasi, dia berbica padaku. Membuatku semakin mengeluarkan keringat dingin.
"Yuuki-ku. aku tidak suka dengan orang ini *menunjuk natsuno*, karna dia selalu dekat denganmu, sedangkan aku tidak bisa dekat denganmu. orang yang seperti ini sebaiknya mati saja. Benarkan Youkai-san? *melirik keluar jendela* " Kataya.
aku semakin merinding dibuatnya. tiba-tiba dia mendekati Natsuno, dia memperhatikan lehernya. kemudian dia membuka mulutnya. terlihat taring-taringnya yang tajam. dia mendekatkan mulutnya keleher natsuno. aku mencoba menghentikannya tapi tubuhku kaku dan suaraku menghilang. semakin dekat. tiba-tiba munjul cahaya putih yang cepat kilat dan sangat silau......
Aku terbangun, mimpi, apakah itu mimpi? Yura Mitsuno hidup kembali? dengan cepat aku bengikit dan melihat keadaan Natsuno. Utung saja dia baik-baik saja. aku yakin itu hanya mimpi.
Paginya aku kembali sekolah. Tepat setelah aku sampai disekolah, aku mencari Natsuno untuk memastikan keadaannnya. bukan bertemu dengannya, aku malah bertemu dengan adiknya. Aku menanyakan tentangnya. ternyata dia tidak masuk hari ini.
"Hari ini kakak tidak masuk. dia sedang sakit, aku tidak tau pasti dia sakit apa. tapi yang aku tau dia tamoak lesu dan linglung" Kata Adiknya.
"Begitu ya.? bolehkan aku menjenguknya." Tanyaku.
"Tentu saja. Nanti sepulang sekolah aku akan menunggumu di gerbang sekolah." Kata Adiknya.
"Tidak perlu. aku akan kesana sendiri, sepulang sekolah aku masih ada urusan" kataku.
"Baiklah, aku pergi dulu. permisi."
Bel pulang telah berbunyi.
Aku berjalan menuju rumah Natsuno. ketika aku hampir sampai dirumahnya tiba-tiba Dokter Haruno datang dengan motornya secepat kilat. Dan buru-buru masuk kerumah Natsuno. Apa yang terjadi?
Aku memasuki rumahnya. Terlihat banyak orang yang merenung. Aku semakin kebingungan dan penasaran. Kemudian bergegas kekamar Natsuno. Krtika membuka pintu kamarnya, tiba-tiba Adiknya mendekatiku sambil menangis. Dokter Haruno juga ada disana sambil mengelah pasrah.
Aku melihat tubuh Natsuno untuk yang terakhir kalinya, aku menemukan hal yang janggal. Yaitu, seperti gigitan serangga pada kehernya.
Aku benar-benar tidak percaya. Aku mengikuti upacara pemakamannya dengan menahan dukaku. aku tidak bisa menambah benan keluarganya.....
Pada akhirnya, hal yang aku ingat adalah. Yura Magumi telah bangit dan menbunu Natsuno........
~Go to Chapter 4~
